You Tube
Download File

Klik 2 Kali Untuk Download

ATRIBUT ORGANISASI
AD ART Muslimat
Mekanisme & Tata Kerja
Harlah

 
Kemudian dipilihlah Klinik Bersalin peninggalan K.H Saifuddin Zuhri tersebut, sebagai tempat terapi dialis bagi masyarakat. Muslimat NU, kata Farida, selain berkiprah di dunia pendidikan anak usia dini, kaderisasi bagi kaum ibu Nahdliyin, juga bergerak di wilayah sosial dengan mendirikan ratusan koperasi dan klinik kesehatan di seluruh Indonesia.   “Awalnya, klinik ini memiliki 7 mesin model terbaru dengan merek Gambro yang memiliki kualitas tinggi.

Alhamdulillah, saat ini KMHCH memiliki 21 mesin cuci darah, dengan lima orang dokter dan sebelas perawat di KHCH I dan tahun 2012, Muslimat NU kemudian membuka KMHCH II, di Jalan Langit 12, Kampung Ambon, Jakarta Timur,” paparnya.   Farida bersyukur, komitmen ibu-ibu Muslimat NU dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, mendapat perhatian dari sejumlah pihak. Peralihan klinik bersalin menjadi klinik hemodialis tersebut, juga berdasarkan sejumlah pertimbangan. Selain meningkatnya jumlah pasien gagal ginjal, di saat yang sama, jumlah ibu-ibu bersalin juga berkurang.

Hal itu juga tak lepas dari program penyuluhan KB yang diselenggarakan Muslimat bersama Dinas Kesehatan setempat.   “Alih fungsi klinik bersalin menjadi klinik hemodialisis membutuhkan biaya yang tinggi. Namun Al-hamdulillah, Muslimat kemudian bertemu PT Masa Cipta Husada yang berkenan membantu penyediaan fasilitas alat kesehatan. Setelah terjalin kesepakatan kerjasama, nama klinik bersalin pun berubah menjadi Klinik Hemodialis Muslimat NU Cipta Husada atau KHMHCH,” paparnya.  

Farida, dalam sambutannya sebagai Ketua YKMNU, sekaligus mewakili Ketua Umum PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa yang berhalangan hadir karna sedang melaksanakan kunjungan kerja Kementerian Sosial di Surabaya, juga menyampaikan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah menjalin kerjasama dengan Muslimat NU.   “Dalam hal ini, kami siap membuka kerjasama dengan berbagai pihak untuk mengembangkan klinik hemodialis, KHMHCH di berbagai daerah lain di Indonesia,” tandasnya.     Selain dihadiri Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin dan para pengurus PP Muslimat NU, salah satu pendiri KMHCH, yang juga adik kandung Gus Dur, Dr. Umar Wahid.

Sebagai keturunan dari muasis NU, Umar mengaku bangga dengan prestasi Muslimat NU tersebut.
  “Yang paling membanggakan, Klinik cuci darah Muslimat NU ini adalah klinik pertama di Indonesia yang menerapkan sistem ISO, sekaligus klinik yang memberi pelayanan terbanyak bagi penderita gagal ginjal. Artinya, Muslimat NU berhasil melayani masyarakat kelas ekonomi bawah tanpa mengurangi pelayanan terbaiknya,” tandas Umar Wahid.   Penghargaan MURI dan pengakuan ISO tersebut, diharapkan Umar, menjadi motivasi bagi Muslimat NU dan seluruh kader NU di berbagai bidang untuk menunjukkan karya terbaiknya bagi masyarakat.   Sementara Menteri Agama yang hadir atasnama keluarga K.H. Saifuddin Zuhri, yang mewakafkan rumah dan tanahnya untuk Muslimat NU pada tahun 1966, juga mengaku bersyukur.

Wakaf yang ditinggalkan ayahnya tersebut, menjadi sangat bermanfaat saat dikelola Muslimat NU.   “Menurut saya, Muslimat adalah Ormas perempuan terbesar di Indonesia, bahkan di dunia yang memiliki program nyata bagi masyarakat,” ungkapnya, seraya berharap, Muslimat NU di bawah kepemimpinan Khofifah Indar Parawansa, yang kini menjabat Menteri Sosial bisa semakin meningkatkan kiprahnya di tengah masyarakat.   Lukman pun berseloroh, bahwa ibunya adalah aktivis Muslimat NU, sehingga ia meskipun lelaki, juga merupakan bagian dari Muslimat NU, sejak sebelum lahir.


AGENDA
Acara Pelantikan
Muslimat NU Surabaya
Hari : MInggu
Tanggal : 2 Agustus 2015
tempat : Graha Sawunggaling
Semua Jamaah Muslimat Bisa Menghadiri Acara Tersebut .....Terima Kasih
JUDUL
..................................................
........................................

..........................
PENGUMUMAN

HARLAH MUSLIMAT NU ke 70


Muslimat NU Surabaya
Hari : Sabtu
Tanggal : 26 Maret 2016
tempat : Stadion Gajayana Malang
Seluruh Pengurus harian, pengurus Ancap sampai jajarannya Muslimat NU Surabaya dianjurkan Hadir di Acara HARLAH Muslimat NU 70
Online YM
PH Muslimat NU Arrow pointing up Dra. Hj. Lilik Fadhilah, M. Pd.I
Ketua Muslimat NU Kota Surabaya
Arrow pointing up Dra. Hj. Masfufah Hasyim Arrow pointing up Hj Siti Fatimah Arrow pointing up Hj Nur Syafa' Arrow pointing up Nyai. Hj. Chusniyah Mahfudz, BA